Intro
Hari ini kita akan melihat bagaimana Petrus yang tadinya hanya seorang nelayan mampu berkata-kata dengan penuh karisma dan memberi kesaksian tentang Yesus sebagai Mesias setelah ia diurapi dengan Roh Kudus.
Bacaan dari Kis 2:14-24, 32-33, 37-47
Kis 2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
Kis 2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
Kis 2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:
Kis 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
Kis 2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
Kis 2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
Kis 2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
Kis 2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Kis 2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Kis 2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
Kis 2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Kis 2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
Kis 2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
Kis 2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”
Kis 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Kis 2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”
Kis 2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”
Kis 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Kis 2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
Kis 2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
Kis 2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Kis 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
Kis 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Bahan
Dari Dituduh Mabuk ke Lahirnya Gereja Perdana
Kisah ini bermula pada hari Pentakosta. Setelah para rasul dipenuhi Roh Kudus, mereka mulai berbicara dalam berbagai bahasa. Orang-orang yang mendengar mereka tercengang. Ada yang kagum, ada juga yang sinis. Sebagian bahkan berkata, “Mereka ini pasti mabuk.”
Bayangkan situasinya. Sekelompok orang berbicara dengan penuh semangat dalam bahasa-bahasa asing. Dari luar memang kelihatan aneh. Tapi Petrus langsung berdiri dan meluruskan.
Petrus tidak membalas dengan marah. Ia menjelaskan bahwa apa yang terjadi sudah dinubuatkan dalam kitab Nabi Yoel. Di sana tertulis bahwa pada “hari-hari terakhir” Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua orang. Mereka akan bernubuat, mendapat penglihatan, dan bermimpi.
Artinya, ini bukan kejadian random. Ini bukan emosi sesaat. Ini adalah tanda bahwa rencana Tuhan sedang digenapi.
Dan yang lebih penting: Roh Kudus itu diberikan supaya mereka bisa bersaksi tentang Yesus yang sudah bangkit.
Setelah menjelaskan soal Roh Kudus, Petrus langsung masuk ke pokok utama, yaitu Yesus.
Beberapa hal penting dari khotbahnya:
- Yesus adalah utusan Allah. Mukjizat-mukjizat yang Ia lakukan membuktikan itu.
- Penyaliban Yesus memang terjadi, dan orang-orang yang menolak-Nya ikut bertanggung jawab.
- Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari kematian. Maut tidak bisa menahan-Nya.
- Yesus sekarang dimuliakan di surga dan dari sanalah Ia mencurahkan Roh Kudus.
Yang menarik, Petrus yang dulu takut dan menyangkal Yesus tiga kali, sekarang berdiri dengan berani di depan umum. Perubahannya drastis. Itu sendiri sudah menjadi bukti karya Roh Kudus.
Lalu Apa yang Harus Kita Lakukan?
Orang-orang yang mendengar khotbah itu tersentuh. Mereka bertanya, “Apa yang harus kami lakukan?”
Jawaban Petrus sederhana dan jelas: bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus. Dengan begitu dosa mereka diampuni dan mereka akan menerima karunia Roh Kudus.
Janji ini bukan cuma untuk orang Yahudi waktu itu. Petrus menegaskan bahwa janji tersebut berlaku juga untuk semua orang yang dipanggil Tuhan. Dengan kata lain, ini untuk semua bangsa-bangsa.
Di sini kita lihat sesuatu yang besar sedang terjadi: keselamatan tidak lagi dibatasi oleh suku atau bangsa. Pintu dibuka lebar-lebar.
Seperti Apa Kehidupan Jemaat Pertama?
Setelah itu, terbentuklah komunitas pertama orang percaya. Hidup mereka sederhana tapi kuat:
- Mereka setia mendengarkan pengajaran para rasul.
- Mereka hidup dalam persekutuan yang erat.
- Mereka memecahkan roti bersama.
- Mereka rajin berdoa.
Mereka juga saling berbagi. Kalau ada yang kekurangan, yang lain membantu. Tidak ada yang dibiarkan sendirian. Suasana mereka penuh sukacita dan ketulusan.
Dan jumlah mereka terus bertambah setiap hari.
Menariknya, tidak ada strategi canggih, tidak ada struktur organisasi rumit. Yang ada hanya iman yang hidup dan komunitas yang nyata. Roh Kudus bukan cuma membuat mereka berbicara dalam bahasa asing, tapi juga membuat mereka hidup dengan cara yang baru.
Kesimpulan
Kisah ini menunjukkan dua hal penting:
- Roh Kudus memberi keberanian. Petrus yang dulu takut berubah jadi pewarta yang berani.
- Roh Kudus membentuk komunitas yang berbeda. Bukan cuma soal pengalaman rohani, tapi perubahan hidup yang nyata.
Sharing Questions
- Dalam hidupmu, di area mana kamu merasa “hanya nelayan biasa” … tidak cukup pintar, tidak cukup rohani, tidak cukup berani? Sharingkan!
- Kalau hari ini kamu sungguh-sungguh bertobat dalam satu area hidupmu, perubahan konkret apa yang akan kamu lalukan dalam minggu ini? Sharingkan!
- Apakah CGmu saat ini benar-benar tempat kamu bertumbuh dan berbagi, atau hanya tempat datang dan pulang? Berikan pendapatmu!
Reference
https://cg.amoredio.org/cg-reading/Week-of-30-Jul-2012-ACTS-Sesi-4-Peters-Pentecostal-Sermon/