It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’
It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’
Hi kawan-kawan AmoreDIO, di sesi kali ini, kita bakal bahas tentang Kanak-kanak Yesus.
Setelah di CG yang lalu kita telah membahas tentang Ignatian Spirituality, kali ini kita akan membahas tentang siapakah St Ignatius yang merupakan pencetus dari kerohanian tersebut.
Masih ingatkah kalian pada bahan CG Minggu lalu. Sebelumnya kita membahas mengenai Prinsip utama dari Spiritualitas Ignasian yaitu: temukan Tuhan dalam segala hal (Finding God in All Things); pertemuan secara pribadi dengan Yesus Kristus (Meeting the Person of Jesus Christ), perenungan (Discernment), dan iman yang melakukan keadilan (A Faith that does justice).
Jalan serta Yesus, jalan sertanya setiap hari!
jalan serta Yesus, serta Yesus s'lamanya
Jalan dalam suka, jalan dalam duka
jalan sertaNya, setiap hari
Jalan serta Yesus, serta Yesus slamanya!
Sobat2 AmoreDio, pasti pernah mendengar lagu di atas. Menurut kalian apa sih makna dari lagu itu ?
Minggu lalu kita sudah membahas tentang arti menjadi murid Kristus. Kali ini kita akan melihat Injil lebih mendalam dan belajar dari Santo Petrus.
Sebelum kita mulai, apa yang kalian ingat/ketahui tentang St. Petrus?
Fun fact: Di antara semua para rasul, St. Petrus muncul paling banyak di dalam Injil, Matius 25 kali, Markus 25 kali, Lukas 30 kali, Yohanes 39 kali
Di sesi kali ini kita akan belajar dari perjalanan memikul salib dengan Simon dari Kirene.
Markus 15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Di sesi minggu lalu kita belajar untuk mengenal apakah salib kita sebenarnya, mengapa kita harus memikul salib kita dan juga, apa sih hubungannya salib kita dengan salib Yesus. Apakah kalian masih ingat?
Siapa di antara2 sobat AmoreDio yang senang menderita? Coba angkat tangan kalo anda senang menderita?
Mungkin saja sedikit sekali yang mengangkat tangannya barusan. Kenapa ya? Bukankah kita ini katanya ingin menjadi seperti Yesus. Bukankah Yesus selama hidup nya pun mengalami banyak penderitaan? Bahkan bisa dibilang puncak nya adalah saat di mana Dia mengalami penderitaan terhebat yang bisa dialami manusia dengan mati di kayu salib.
Di dunia sekarang ini, penderitaan adalah sesuatu dengan konotasi negatif yang harus dihilangkan. Bahkan ada ajaran2 Kristen tertentu yang mengatakan bahwa jika kita taat dan dikasihi Tuhan kita tidak akan mengalami penderitaan. Ada juga yang merasa apabila dirinya mengalami penderitaan bahwa itu adalah hukuman dari Tuhan. Apakah itu benar?