It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’
It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’
In this session we’ll explore the free gifts of charisms distributed by God through the Holy Spirit for the benefit of the Church. First, we will discuss the concept of charisms—what Sacred Scripture has to say about them, and how they contribute to the Body of Christ. Unlike sanctifying grace, which is given for our own growth in holiness, a charism is given to us so that we may put it at the service of others, for their edification and upbuilding. Charisms are as diverse as the members of Christ’s Body. Sacred Scripture lists numerous charisms, including speaking in tongues, healing, prophecy, evangelization, leadership, teaching, and preaching, just to name a few.
Pada CG kita kali ini, kita akan membahas tentang talenta.
“Who you are is God’s gift to you. Who you become is your gift to God.” - Hans Urs von Balthasar
Apa yang terpikir saat membaca kutipan di atas? Tuhan memberi kita masing-masing talenta, karunia, kesempatan dan peluang. Semua pemberian ini cuma-cuma (gratis), namun ada tanggung jawab yang harus kita pikul untuk setiap karunia tersebut.
Untuk bahan CG kali ini, kita mau mencoba membahas mengenai apakah sebuah penderitaan itu memiliki makna spiritualitas yang bisa kita renungkan atau dapat kita hidupi?
Di dalam bulan Juni ini, kita akan membahas seputar ‘suffering’ atau penderitaan. Tentu saja kita sudah sering mendengar bagaimana penderitaan bisa menjadi peranan penting dalam kehidupan iman kita. Penderitaan dapat dijadikan sebagai bentuk silih, atau juga sebagai sarana yang dipakai untuk membentuk kita menjadi lebih baik lagi. Tetapi hari ini, kita mau melihat penderitaan jasmani yang dapat kita alami karena keacuhan, ketidak displinan, atau kemalasan kita di dalam menjaga tubuh kita ini.
Mungkin banyak dari kita yang tidak senang berpikir tentang kematian. Pikiran kita menggambarkan kita berada di liang kubur, atau tubuh kita berubah perlahan menjadi abu, atau debu tanah. Sebenarnya, melalui kematian, dipenuhilah firman Allah
Minggu ini adalah minggu pemilihan Servant Leader beserta wakilnya. Beberapa dari CG/Ministry mungkin sudah mempunyai leader dan wakil, entah melanjutkan penugasan dari periode yang lalu atau telah memilih leader/wakil yang baru. Kita akan belajar, apakah sebenarnya Servant Leader itu? Apa saja tugas dan requirement dari seorang Servant Leader? Untuk yang sudah dan sedang menjalani penugasan ini, apa saja yang perlu dilakukan untuk menjadi Servant Leader yang efektif? Dan untuk yang tidak/belum menjabat Servant Leader, kita juga dapat belajar tentang arti pelayanan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Q1. Apa sih yang terbersit di benak kalian kalau mendengar kata charity? Apakah kalian sering melakukan charity? Apakah kalian “enjoy” melakukannya?
Sebelum memulai CG hari ini, coba masing-masing anggota share kapan terakhir pergi untuk pengakuan dosa dan kenapa kalian pergi untuk pengakuan dosa tersebut.
Sebagai umat katolik, kita sangatlah terberkati karena diberi kesempatan untuk menerima sakramen ini, dan hari ini kita akan membahas lebih lanjut kenapa pengakuan dosa di gereja Katolik itu sangat unik dan hebat. Mungkin setelah pembahasan hari ini teman-teman jadi lebih menghargai sakramen ini dan dengan harapan semua jadi lebih sering pergi untuk pengakuan dosa, tetapi tidak dianjurkan untuk berdosa terus…
Masa prapaskah identik dengan perbuatan amal. Mungkin ada yang berpikir bahwa perbuatan amal itu hanya berupa sumbangan materi (uang, barang-barang kebutuhan, dll), tetapi sebenarnya ada banyak jenis perbuatan amal dan perbuatan ini haruslah didasarkan oleh kasih kepada sesama, bukan karena terpaksa atau karena sudah menjadi kebiasaan setiap tahun. Dalam CG hari ini, kita akan membahas tentang jenis-jenis perbuatan amal dan semoga kita dapat menerapkannya di masa prapaskah ini.