Cell Group Readings


It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’

Matthew 4:4

 

Apologetics, Defending your faith

Sesi 4 - Week of 1st Sep 2019

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, tentu saja kita pernah mengalami perasaan canggung, apalagi jika pengalaman ini disebabkan karena seseorang mempertanyakan sesuatu tentang iman kita. Misalnya seperti : koq salibmu ada Tuhan Yesusnya sih? Tuhan Yesus itu kan sudah bangkit, koq masi ada disalib? Atau jika kita dipertanyakan : orang Katolik itu penyembah berhala, liat saja mereka sering berdoa didepan patung dan gambar. Malah banyak orang yang membawa jimat, seperti rosario dan scapular.

The Importance of Christian Community

Sesi 3 - Week of 25th Aug 2019

Kita semua, umat ​​Katolik, adalah bagian dari tubuh mistis Kristus. Itulah sebabnya mengapa kita beribadah bersama, merayakan misa bersama.

Charity

Sesi 31 - Week of 18th Aug 2019

Biasanya kata charity dikaitkan dengan kerja sosial seperti mengunjungi panti jompo, atau menyumbangkan uang untuk suatu tujuan baik. Sebenarnya kata charity mempunyai arti lebih dari itu. Sering kali dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia, Charity diterjemahkan menjadi kata “kasih”.

Tujuh Dosa Berat dan Tujuh Kebajikan Pokok

Sesi 30 - Week of 5th Aug 2019

Dalam pembahasan hari ini kita mau belajar apakah arti dosa, apa saja tujuh dosa berat (seven mortal sins) dan tujuh kebajikan pokok (seven capital virtues) yang bisa dipakai untuk melawan tujuh dosa berat tersebut.

ADN – Golden Rules of Life (19th July 2019)

Tema untuk ADN kita adalah "Golden Rules of Life". Dimana ada Kardinal-kardinal kumpul hanya untuk membahas tentang anak muda. Karena, generasi anak muda adalah generasi yg luar biasa. "Christus Vivit" (Christ is Alive') adalah surat apostolik Pope Francis untuk semua orang muda dunia dan seluruh umat Allah yang merupakan hasil dari Sinode Oktober.

Santo Maximilianus Kolbe

Sesi 29 - Week of 28th July 2019

Raymond Kolbe memiliki sebagian darah Jerman dan dilahirkan di Polandia pada tahun 1894 yang waktu itu bagian dari kekaisaran Rusia. Ia terlahir di keluarga sederhana dimana orang tuanya bekerja sebagai penjahit dan penjaga toko buku. Ia bergabung dengan Ordo Fransiskan pada tahun 1907 dan memilih nama seperti kita mengenalnya sekarang: Maximilianus. Maximilianus amat mencintai panggilannya dan secara istimewa ia mencintai Santa Perawan Maria. Ia menambahkan nama “Maria” pada namanya ketika ia mengucapkan kaul agungnya pada tahun 1914.

Lima “Tanda” Keluarga Katolik

Sesi 28 - Week of 8th July 2019

“Selain dari cara kita berdoa (tanda salib dan aturan gereja) apakah perlu keluarga Katolik berbeda dengan keluarga non-Katolik? Kalau memangnya, seperti apa?

Love is the Greatest

Sesi 27 - Week of 30th Jun 2019

Pada CG kali ini kita mau merenungkan dan membahas dari bacaan 1 Korintus 13 tentang cinta kasih. Bacaan ini secara umum terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: pentingnya cinta kasih (ayat 1–3), arti dari cinta kasih (ayat 4-8) dan keabadian cinta kasih (ayat 8-13).

Santo Andreas Kim Taegon

Sesi 26 - Week of 9th Jun 2019

Dalam CG hari ini, kita akan membaca riwayat hidup Santo Andreas Kim Taegon, martir dari Korea. Mungkin nama Santo ini tidak asing bagi kita karena ada sebuah gereja stasi di Keuskupan Agung Jakarta, bagian dari Paroki St Yakobus Kelapa Gading, yang didedikasikan khusus untuk mengenang St. Andreas Kim Taegon. Ini adalah gereja pertama di Indonesia yang pelindungnya bukan Santo atau Santa dari Eropa. Melalui riwayat hidup Santo Andreas Kim Taegon ini, kita dapat mencontoh semangat umat awam Korea yang menyebarkan iman Katolik tanpa kehadiran pastor atau misionaris asing.

Saint Lorenzo Ruiz

Sesi 25 - Week of 2nd June 2019

Di dalam bulan ini, kembali lagi kita mau mengenal beberapa santo atau santa dan mengambil teladan dan inspirasi dari kehidupan mereka. Pernahkah kalian mendengar atau mengenal St. Lorenzo Ruiz? Jikalau tidak pernah, hal tersebut bukan lah sesuatu yang mengejutkan. Mengingat betapa banyaknya santo santa yang dikanonisasi oleh Vatikan sejak dari abad ke 10. Jika ‘ketenaran’nya dibandingkan dengan Santo Fransiskus asisi, santo Paulus, santo ignasius Loyola, dkk, maka dapat diibaratkan kalau St. Lorenzo Ruiz hanyalah anak bawang saja.