Cell Group Readings


It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’

Matthew 4:4

 

Merciful Justice

Sesi 8 - Week of 13 Oct 2019

Kita melihat Tuhan di dalam perjanjian lama sebagai yang maha adil, sangat peduli dengan tentang benar dan salah. Sedangkan, di dalam perjanjian baru, Tuhan adalah Tuhan yang penuh belas kasih. Keadilan (justice) dan belas kasih (mercy) terlihat sangat bertolak belakang. Apakah ini berarti Tuhan berubah? Bagaimana realitas belas kasih berkaitan dengan kebutuhan akan keadilan?

Menghormati dan Toleransi Beragama

Sesi 7 - Week of 29 Sep 2019

Perintah Allah Yang Ke-4

Sesi 6 - Week of 22nd Sep 2019

Kita pasti sudah sangat familiar dengan perintah yang ke-4 dari 10 Perintah Allah: hormatilah ayah ibumu. Sebagai anak memang sudah menjadi tugas kita untuk menghormati orang tua kita. Tetapi kita mungkin tidak sadar bahwa orang tua kita mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter kita menjadi seperti saat ini. Oleh sebab itu, malam ini kita akan membahas dari 2 sisi, sebagai anak dan sebagai orang tua. Walaupun saat ini banyak dari kita belum menjadi orang tua, tetapi dengan memahami dari 2 sudut pandang ini, semoga kita bisa lebih menghargai pendidikan yang orang tua kita telah berikan kepada kita dan kedepannya kita bisa berusaha menjadi orang tua yang baik juga bagi anak-anak kita.

Respect for Nature

Sesi 5 - Week of 8th Sep 2019

We are not God. The earth was here before us and it has been given to us. This allows us to respond to the charge that Judeo-Christian thinking, on the basis of the Genesis account which grants man ‘dominion’ over the earth, has encouraged the unbridled exploitation of nature by painting him as domineering and destructive by nature. This is not a correct interpretation of the Bible as understood by the Church. Although it is true that we Christians have at times incorrectly interpreted the Scriptures, nowadays we must forcefully reject the notion that our being created in God’s image and given dominion over the earth justified absolute dominion over other creatures.

Apologetics, Defending your faith

Sesi 4 - Week of 1st Sep 2019

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, tentu saja kita pernah mengalami perasaan canggung, apalagi jika pengalaman ini disebabkan karena seseorang mempertanyakan sesuatu tentang iman kita. Misalnya seperti : koq salibmu ada Tuhan Yesusnya sih? Tuhan Yesus itu kan sudah bangkit, koq masi ada disalib? Atau jika kita dipertanyakan : orang Katolik itu penyembah berhala, liat saja mereka sering berdoa didepan patung dan gambar. Malah banyak orang yang membawa jimat, seperti rosario dan scapular.

The Importance of Christian Community

Sesi 3 - Week of 25th Aug 2019

Kita semua, umat ​​Katolik, adalah bagian dari tubuh mistis Kristus. Itulah sebabnya mengapa kita beribadah bersama, merayakan misa bersama.

Charity

Sesi 31 - Week of 18th Aug 2019

Biasanya kata charity dikaitkan dengan kerja sosial seperti mengunjungi panti jompo, atau menyumbangkan uang untuk suatu tujuan baik. Sebenarnya kata charity mempunyai arti lebih dari itu. Sering kali dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia, Charity diterjemahkan menjadi kata “kasih”.

Tujuh Dosa Berat dan Tujuh Kebajikan Pokok

Sesi 30 - Week of 5th Aug 2019

Dalam pembahasan hari ini kita mau belajar apakah arti dosa, apa saja tujuh dosa berat (seven mortal sins) dan tujuh kebajikan pokok (seven capital virtues) yang bisa dipakai untuk melawan tujuh dosa berat tersebut.

ADN – Golden Rules of Life (19th July 2019)

Tema untuk ADN kita adalah "Golden Rules of Life". Dimana ada Kardinal-kardinal kumpul hanya untuk membahas tentang anak muda. Karena, generasi anak muda adalah generasi yg luar biasa. "Christus Vivit" (Christ is Alive') adalah surat apostolik Pope Francis untuk semua orang muda dunia dan seluruh umat Allah yang merupakan hasil dari Sinode Oktober.

Santo Maximilianus Kolbe

Sesi 29 - Week of 28th July 2019

Raymond Kolbe memiliki sebagian darah Jerman dan dilahirkan di Polandia pada tahun 1894 yang waktu itu bagian dari kekaisaran Rusia. Ia terlahir di keluarga sederhana dimana orang tuanya bekerja sebagai penjahit dan penjaga toko buku. Ia bergabung dengan Ordo Fransiskan pada tahun 1907 dan memilih nama seperti kita mengenalnya sekarang: Maximilianus. Maximilianus amat mencintai panggilannya dan secara istimewa ia mencintai Santa Perawan Maria. Ia menambahkan nama “Maria” pada namanya ketika ia mengucapkan kaul agungnya pada tahun 1914.