AmoreDio Sports Day – 23 Juli 2016


AmoreDio Sports Day – 23 Juli 2016

AmoreDio Sports Day (ASD) merupakan acara olahraga rutin tahunan yang diadakan oleh komunitas AmoreDio Tujuan dari acara ini adalah selain untuk membentuk generasi yang aktif dan dinamis, juga untuk mempererat hubungan antar anggota cell Group (CG) yang merupakan inti dari komunitas AmoreDio. Tahun ini acara ASD diadakan di Bishan Park, dimana panitia berasal dari gabungan antara CG Bishan dan CG Novena.

Acara dimulai pukul 4 sore dan puji Tuhan, meskipun paginya Bishan Park diguyur oleh hujan lebat, pada sore hari, hujan sudah reda dan acara dapat dimulai dengan baik. Sekitar 40 peserta dari berbagai umur, dari yang masih sekolah hingga yang sudah berkeluarga ikut memeriahkan permainan-permainan Sports day yang meliputi: Human Ring Toss, Captain’s Ball, Amazing race, dan tembak air yang mirip dengan acara TV “Takeshi Castle”. Tidak perlu jadi atlet dalam permainan-permainan ini, melainkan butuh ketangkasan dan kekompakan tim!

Permainan berlangsung sangat seru dan sengit, hal ini tampak dari setiap anggota tim yang saling bekerjasama dan beradu strategi di tiap permainan. Walaupun dari peserta ada yang baru kenal, merekapun tidak segan memberi masukan dan semangat. Akhirnya, satu dari 4 tim menjadi pemenangnya dan mendapatkan hadiah bingkisan dari panitia. Tetapi tentunya semua yang hadir telah menjadi pemenang, karena baik panitia dan peserta, semua sangat menikmati acara yang penuh gelak tawa dan canda ini. Sungguh keakraban dan kekeluargaan terasa disana.

Di penghujung acara, peserta menikmati camilan nikmat sambil mengobrol santai dan memandang indahnya Bishan park yang beranjak senja. Eits.. tentunya tak lengkap jika tidak ada sesi foto bersama! Smile!! Seru bukan hidup berkomunitas?

Bagi anda muda mudi Katolik di Singapura, mari kita bertumbuh bersama dalam iman dan hidup berkomunitas dalam AmoreDio. Siapa bilang hidup berkomunitas itu boring?  http://cg.amoredio.org

 

ASD 2016

 

CG Amore Dio’s 11th Birthday – 21 May 2016 “From Nothing to Something


Tahun ini Cell Group Amore Dio merayakan ulang tahunnya yang ke-11. Mengambil tema “From Nothing to Something”, peserta diajak untuk mengingat kembali akan pertumbuhan Amore Dio mulai dari ‘nol’ sebelas tahun yang lalu hingga hari ini telah berkembang menjadi 9 cell groups dan 5 ministries yang melayani anggota Amore Dio.

Poster juga mengambil referensi dari mukjizat Yesus memberi makan 5,000 orang dengan hanya 5 roti dan 2 ikan. Apa yang menurut manusia mustahil, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Para peserta dan panitia diingatkan bahwa tidak ada talenta atau pelayanan yang terlalu kecil untuk Tuhan ubah menjadi berharga bagi-Nya dan sesama kita. Acara tahun ini terbilang sangat unik dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana panitia mengangkat tema lomba masak-memasak. Anemo dan respon dari peserta pun begitu tinggi sejak pertama kali panitia membuka pendaftaran.

Mengutip kesaksian dari pihak panitia, persiapan acara ini pun boleh dikatakan telah menjadi bukti nyata mukjizat Tuhan yang mengubah “From Nothing to Something”. Beberapa hal luar biasa yang telah dialami panitia selama proses persiapan salah satunya adalah bagaimana Tuhan menyediakan tempat acara yang sangat pas dan peralatan memasak yang begitu banyak, yang biasanya sulit untuk didapatkan oleh kalangan anak muda yang masih belum berumah tangga.

Lokasi acara yang awalnya telah ditetapkan tiba-tiba dibatalkan oleh pihak manajemen satu minggu sebelum acara sehingga panitia tidak mempunyai tempat untuk beracara. Tetapi Tuhan mengirimkan pertolongan-Nya lewat Om Handoyo dan Tante Josephine yang dengan sukarela dan gembira menawarkan tempat tinggalnya untuk menjadi tempat acara lomba memasak. Peralatan memasak yang sangat sulit didapatkan dari kalangan anak muda pun secara ajaib dapat dikumpulkan hingga lengkap melalui bantuan luar biasa dari para ibu KKIS yang tidak segan meminjamkan peralatan dapurnya untuk digunakan dalam lomba masak-memasak kali ini.

Happy 11th Birthday, Amore Dio! Doa dan harapan kami semua untuk Amore Dio terus bertumbuh menjadi keluarga dimana setiap anggota dapat mengenal dan mengalami kasih Tuhan.

 

Bergabunglah bersama komunitas muda-mudi Katolik di Singapura, Amore Dio.  http://cg.amoredio.org

amoredio

Rekoleksi Cell Group Amore Dio – 30-31 Jan 2016


poster TOBDi awal tahun 2016, Cell Group Amore Dio kembali mengadakan acara tahunan dalam bentuk rekoleksi dengan judul “Shades of Love”. Tiga pembicara dari TOBIT diundang untuk membawakan topik ini. Mereka adalah Yurika Agustina, Riko Ariefano dan Lia Ariefano. TOBIT (Theology Of the Body InsighT) adalah sebuah badan pewartaan Teologi Tubuh yang mengedepankan kebenaran, kebaikan dan keindahan iman katolik tentang harkat martabat tubuh manusia, seksualitas dan panggilan hidup dengan harapan mereka yang mempelajarinya mengalami transformasi hati dan pikiran menuju evangelisasi baru. TOBIT diluncurkan sejak 20 November 2010 dan merupakan salah satu dari kerasulan Komunitas Domus Cordis dari Keuskupan Agung Jakarta.

Topik ini dipilih karena melihat kebutuhan katekese di kalangan orang muda Katolik seputar moral dan seksualitas yang sesuai dengan ajaran iman Katolik. Dengan semakin maraknya pengaruh budaya kematian dalam era globalisasi bagi orang muda, seperti seks bebas, pornografi, aborsi dan pelecehan seksual, topik ini menjadi sangat menarik dan relevan, terbukti dengan registrasi yang langsung penuh tidak lama setelah poster disebarkan online, bahkan ada beberapa yang dimasukkan dalam waiting list. Total peserta mencapai 115 orang.

Sesi diawali oleh Yurika yang memberikan penjelasan dasar tentang Teologi Tubuh yang diajarkan oleh Santo Yohanes Paulus II. Kemudian di sesi 2, peserta mendapatkan penjelasan lebih banyak dari Riko tentang perbedaan antara Love dengan Lust, dan bagaimana membangun relasi yang benar antara laki-laki dan perempuan. Setelah itu sesi dilanjutkan dengan adorasi supaya peserta dapat merenungkan penjelasan yang baru diberikan, menyesali dosa-dosa yang telah dibuat sebelumnya, kemudian merasakan kehadiran Yesus yang penuh kasih dan pengampunan. Hari pertama ditutup dengan sesi sharing terpisah antara grup laki-laki dan perempuan, dimana dijelaskan lebih lanjut tentang perbedaan peranan laki-laki dan perempuan dalam rencana Tuhan.

Sesi di hari kedua diawali dengan pembahasan tentang bagaimana menemukan kebahagiaan sejati dalam hidup, baik saat melajang maupun sudah menikah. Juga dijelaskan tentang panggilan hidup menjadi selibat awam. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang seru karena banyak sekali pertanyaan yang muncul dari peserta. Kemudian perayaan Ekaristi menjadi puncak acara dan juga penutup dari rekoleksi ini.

Cell Group Gabungan West dan Youth Asisi – 21 Aug 2015


Kasih Bunda Maria di keseharian kita

ad-cgg
Umat Katolik sangat identik dengan Bunda Maria, ibu dari sang Juru Selamat Yesus Kristus dan ibu kita semua. Bahagianya kita mempunyai Bunda Maria sebagai perantara doa-doa kita kepada Allah. Betapa pentingnya kita untuk mengenal lebih dekat sosok Maria – bunda Gereja, yang bukan sekedar patung yang ada di setiap gereja di dunia ini.

CG Gabungan West & Youth Asisi membawakan topik “Mother Mary’s Apparitions”. Maria selalu hadir di keseharian kita baik di hati umatnya maupun sebagai sosok nyata lewat penampakannya dalam kehidupan beberapa Santo – Santa. Banyak tempat ziarah di Eropa (Lourdes, Laus, Portugal, dll) atau Meksiko (Guadalupe) mempunyai kisah unik dan berkesan mengenai mukjizat yang nyata karena kehadiran sang Bunda.

Maria selalu hadir kepada orang yang terpilih untuk menyampaikan pesan dan tujuan yang positif dalam membangun kehidupan Gereja. Tapi terkadang tidak semua penampakan itu benar dan dapat memberikan pengaruh yang negatif buat perkembangan iman kita. Oleh karena itu, CGG kali ini juga menekankan perlunya kita untuk mengetahui kriteria-kriteria Vatikan untuk membenarkan penampakan – penampakan tersebut. Berdasarkan kriteria ini, penyelidikan atas penampakan itu dimulai dari keuskupan setempat secara seksama hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Bunda Maria memberi kita senjata untuk melawan Goliat yang ada dalam keseharian kita. Inilah kerikil-kerikil yang menjadi senjatamu:

  1. Berdoa Rosario dengan sepenuh hati
  2. Ekaristi
  3. Kitab Suci
  4. Berpuasa
  5. Pengakuan dosa setiap bulan.

CG Amore Dio menjadi wadah bagi anak-anak muda Katolik Indonesia di Singapura untuk bersama-sama belajar tentang Tuhan dan berbagi suka-duka pengalaman iman masing-masing anggota. Kami selalu ada buat anda semua yang ingin belajar dan mengenal Tuhan lebih dekat. Bergabunglah!

Thanks God we are 10!


Thanks GOD we are 10!

Puji Tuhan, Amore Dio boleh merayakan ulang tahun yang ke-10 tahun ini! Mungkin 10 tahun bisa dibilang pendek, namun bagi komunitas anak muda Katolik di Singapura ini, banyak pertumbuhan yang telah dicapai dalam jangka waktu ini – baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dimulai oleh 5 – 6 orang di tahun 2005 (waktu itu disebut dengan CG East), Amore Dio sekarang telah berkembang menjadi 10 cell group yang berada di berbagai wilayah di Singapura, dengan lebih dari 200 anggota. Selain pendalaman iman lewat doa, Praise & Worship dan Bible Study, para anggota juga bisa menyalurkan bakat dan talenta mereka lewat ministry-ministry yang ada, seperti Material, Creative, Prayer, Praise & Worship, Membership & Outreach.

Perayaan ulang tahun Amore Dio yang ke-10 ini diadakan tgl 23 Mei yang lalu dan dimulai dengan Misa Syukur & Pelantikan Servant Leaders di Parish Hall, St. Bernadette Church. Dalam homilinya, Romo Sambodo SS.CC. (yang juga menjadi romo pembimbing Amore Dio) menceritakan bagaimana dulu Paulus ditempatkan dalam tahanan rumah namun diberikan kebebasan untuk menerima tamu dan memberikan kesaksian kepada mereka. Ini menjadi pesan dan ajakan bagi Amore Dio untuk selalu mensyukuri dan menggunakan kebebasan yang ada dengan penuh tanggung jawab dan untuk tujuan yang mulia.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara kali ini dilanjutkan dengan perayaan di Red Cross Home For The Disabled dan melibatkan bukan hanya anggota Amore Dio namun juga para penghuni di Red Cross Home. Aktivitas yang dipilih pun bertujuan untuk menghibur para penghuni lewat audio & visual (lagu dan tarian). Disela-sela permainan, anggota Amore Dio diberi kesempatan untuk membantu menyuapi para penghuni. Walaupun ini bukan kunjungan Amore Dio yang pertama kali kesana, namun banyak yang tidak menyangka bahwa perayaan CG Birthday ternyata bisa tetap seru dan meriah walaupun dalam wujud bakti sosial. Acara ini adalah bentuk nyata dari moto “Tiada Syukur Tanpa Peduli” dan sesuai dengan visi dan misi Amore Dio untuk menjadi saksi-saksi Kristus yang nyata di tengah masyarakat.

Semoga di tahun-tahun yang akan datang, komunitas ini terus bertumbuh dalam iman dan kasih Tuhan. Selamat Ulang Tahun yang ke-10, Amore Dio!

AmoreDio's Birthday 10 group photo